Gambar dari Haruno Sajati S.T., M.Eng.
Kuliah Umum Entrepreneurship di Kampus STTA
dari Haruno Sajati S.T., M.Eng. - Tuesday, 6 April 2010, 09:11
 
 

Entrepreneurship1“Jangan ragu-ragu untuk memulai berwirausaha, karena keyakinan adalah modal utama dalam berwirausaha.. Kita yakin bahwa rezeki sudah disediakan oleh Yang Maha Kuasa, tinggal bagaimana kita mengambilnya. Kita juga sepenuhnya yakin bahwa rezeki pasti akan datang, bila kita telah berikhtiar dengan berwirausaha”, demikian dikemukakan Thoriq Abdullah Hasani pada Kuliah Umum Entrepreneurship yang diadakan di Gedung Rektorat Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto ( STTA ), hari Sabtu ( 30/1 ).

 

Kuliah Umum dengan Tema “Memulai Bisnis Bermodal Keyakinan”  diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Industri STTA, diikuti sekitar seratus mahasiswa STTA menghadirkan Penasehat Paguyuban Pengusaha Jogjatronik, Thoriq Abdullah Hasani, ST dan Head Trader PT. Askap Futures Cabang Yogyakarta, Sigit Murdiyono, ST. Kedua pembicara merupakan alumni Teknik Industri STTA. Ketua Jurusan Teknik Industri STTA, Yasrin Zabidi, ST, MT mengemukakan bahwa Kuliah Umum ini ditujukan untuk membangun budaya entrepreneurship dan membangun motivasi mahasiswa bahwa lulusan Teknik Industri STTA bisa eksis di dunia luar.

 

Entrepreneurship2Lebih lanjut Thoriq Abdullah Hasani mengatakan bahwa pelaku bisnis harus mempunyai moral yang baik sehingga rezeki yang didapat penuh keberkahan. Pelaku bisnis harus memegang kejujuran. Barang bagus, kita bilang bagus, barang jelek kita bilang jelek, tentu saja dengan harga yang berbeda. Dengan demikian akan tumbuh kepercayaan pada pelanggan. Selain itu, utamakan pelayanan pada pelanggan. Dalam melayani pelanggan, jangan menilai pelanggan dari penampilan luarnya saja. Bisa jadi pelanggan yang berpakaian seadanya ternyata berkantong tebal dan mampu membeli barang yang mahal. 

 

Pada sesi kedua, Sigit Murdiyono mengemukakan kelebihan berinvestasi melalui sektor finansial daripada sektor riil. Investasi ini lebih liquid, return yang relatif besar, banyaknya produk dan komoditi yang ditawarkan serta mempunyai dua arah transaksi. Adanya resiko kerugian di bidang ini dapat diminimalisir dengan latihan menganalisa pasar, pengetahuan tentang manajemen resiko dan kesabaran. Biasanya orang yang mengalami kerugian besar di bidang ini adalah orang yang serakah dan ingin cepat kaya tanpa memperhitungkan resikonya.

 

            Kegiatan kuliah umum dilanjutkan dengan temu alumni dan pembentukan Ikatan Alumni Teknik Industri STTA. Sigit Murdiyanto, ST terpilih sebagai ketua Alumni dan Muhammad Anas, ST terpilih sebagai sekretaris Alumni.