Persiapan Personel Teknik Penerbangan Yang Handal Dan Profesional

Senin, 01 April 2013 | Dipost oleh : Admin TP | Kategori : Info TP

Pada dasarnya sekolah penerbangan baik itu Perguruan Tinggi maupun SMK berkewajiban untuk menciptakan lulusan yang nantinya menjadi seorang calon aviasi yang siap pakai pada lingkungan pekerjaan yang sesungguhnya dan membentuk personel penerbangan yang kompeten sehingga bisa berkompetisi di dunia aviasi baik itu regional maupun internasional. Selain itu juga bisa membentuk personel teknik penerbangan yang tidak hanya qualified secara teknis namun juga baik personality serta interpersonal skillnya.

Pada kenyataannya, menurut Asep Bachtiar, pada acara seminar bersama Lion Air yang diselenggarakan di kampus Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto, Kamis (18/4), masih banyak sekali ditemui kinerja dari personel yang kurang memuaskan dengan seringnya pesawat udara yang dirawat mengalami kerusakan ataupun keterlambatan yang disebabkan banyak faktor, antara lain keterlambatan datangnya suku cadang dan material, karena salah antisipasi dan planning yang tidak akurat, banyaknya incident dan accident pesawat udara yang terjadi akibat human eror yang dikarenakan pengetahuan personel akan keselamatan dan keamanan penerbangan serta disiplin  individu yang kurang serta kurang optimalnya penggunaan manual baik yang berbasis teknologi informasi modern maupun buku manual sehingga terkesan melalui pekerjaan yang tidak prosedur.

Orang Indonesia pada umumnya mempunyai keunikan dibandingkan dengan orang dari bangsa lain, hal ini ditunjukkan dengan ketekunan yang dimiliki dan skill yang bagus, namun sayangnya orang Indonesia dinilai kurang cakap. Untuk bekerja di dunia penerbangan, tidak hanya skill dan kemampuan memahami tentang penerbangannya saja, namun juga diperlukan penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris, teknologi komputer, dan lain-lain sehingga mempunyai performance atau kinerja yang terus meningkat. Ilmu penerbangan bersifat dinamis sehingga personel yang berkecimpung di dalamnya diharapkan selalu mengupdate ilmu pengetahuannya dikarenakan akan selalu ada teknologi penerbangan terbaru. Kelalaian dan kurangnya pengetahuan perawatan pesawat udara dan keselamatan penerbangan dapat menjadi awal dari bencana penerbangan. Imam Sajidin memberikan contoh bahwa di sela-sela pekerjaannya, menyempatkan diri untuk membaca Aircraft Maintenance Manual Book sehingga dapat menambah pengetahuannya tentang penerbangan.

Beberapa skill yang diharapkan dapat dikuasai oleh personel teknik penerbangan antara lain technical skill, human skill dan conceptual skill. Technical skill, misalnya ilmu pengetahuan yang didapat melalui training-training atau pelatihan yang berhubungan dengan industri aviasi (misalnya terkait dengan human factor, flight safety, dan lain-lain). Tidak hanya technical skill namun juga diperlukan human skill. Human skill ditunjukkan dengan adanya personality dan interpersonal skill yang bagus. Contoh dari personality yang bagus antara lain dapat bekerjasama dengan teman, ramah, menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan pendapat pribadi serta bisa saling mengingatkan dengan rekan kerja yang lain. Conceptual skill dapat ditunjukkan dengan pribadi yang terbiasa menganalisa suatu permasalahan, dapat memberikan problem solving, mendiagnosa situasi yang kompleks dan dapat memberikan keputusan yang baik dan benar.

 

(Sumber: Humas STTA)