Kuliah Umum Bidang Energi Alternatif di STTA
Siaran Pers Kuliah Umum Bidang Energi Alternatif di STTA “Bangsa Indonesia jangan hanya terus menerus mengeksploitasi sumber daya alam saja, tetapi mulai sekarang perlu memikirkan bagaimana ketahanan energi Indonesia untuk generasi mendatang. Ini adalah bentuk tanggung jawab lintas generasi. Oleh karenanya Indonesia perlu mengembangkan konsep Engineering Sustainable Development. Untuk pedesaan bisa dikembangkan konsep Desa Mandiri Energi dimana masyarakatnya memiliki kemampuan memenuhi lebih dari 60% kebutuhan eneri listrik dan bahan bakar dari sumber energi terbarukan yang dihasilkan melalui pendayagunaan potensi sumber daya setempat. Masyarakat bisa menggunakan biogas, biodiesel, bioethanol, biomassa ataupun mikrohidro”, demikian dikemukakan Ahmad Agus Setiyawan, MSc, PhD pada Kuliah Umum Bidang Energi Alternatif yang diadakan di Gedung Abdul Rahman Saleh Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto ( STTA ), hari Sabtu ( 30/1 ). Kuliah Umum dengan Tema “Pengembangan Energi Alternatif dalam Mendukung Pembangunan di Indonesia” diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin STTA menghadirkan pakar energi alternatif Ahmad Agus Setiyawan, MSc, PhD dari Teknik Fisika UGM. Ketua Jurusan Teknik Mesin STTA, Dedet Hermawan, ST mengemukakan bahwa Kuliah Umum ini ditujukan untuk meningkatkan atmosfer akademik pada kegiatan mahasiswa dan men-support mata kuliah energi alternatif sebagai mata kuliah pilihan. Lebih lanjut Ahmad Agus Setiyawan mengatakan bahwa pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan masyarakat di pulau - pulau terluar Indonesia. Jangan sampai negara tetangga lebih dahulu membangun pulau – pulau tersebut, sehingga mendapat simpati masyarakat setempat. Sebagai salah satu solusi, pemanfaatan energi alternatif seperti energi surya atau angin perlu dikembangkan di pulau – pulau terluar Indonesia untuk mendukung ketersediaan energi listrik bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

